Kalahkan Italia, Spanyol Cetak Sejarah dan Rekor


Era Kejayaan timnas Spanyol sepertinya belum habis. Hal ini terbukti setelah dini hari tadi mereka berhasil mempecundangi finalis lainnya Italia pada babak final Piala Eropa 2012. Tak tanggung tanggung, La Furia Roja mampu mengoyak jala gawang Gianluigi Buffon 4 kali tanpa mampu dibalas jawara Piala Dunia 2006 tersebut. Dalam perjalanannya sebelum sampai di babak final, kedua tim dapat dikatakan berada dalam kondisi yang sama satu sama lain. Berada dalam grup yang sama di babak penyisihan, kedua tim saling berebut posisi puncak sebelum akhirnya menjadi milik Spanyol. Di babak perempat final, Spanyol masih terlalu tangguh bagi tim ayam jantan Prancis, sedangkan Italia harus ‘menunggu’ hingga babak adu penalti untuk menghentikan perlawanan Inggris. Di babak semi final, giliran Spanyol yang harus beradu keberuntungan dengan Portugal di titik 12 pas setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol. Eksekusi tendangan Francesc Fabregas ke tiang jauh memupus harapan Ronaldo dkk mengulang final 8 tahun yang lalu. Sementara keinginan Jerman untuk bertemu kembali dengan Spanyol di partai final sirna setelah tendangan penalti Mesut Ozil di penghujung babak kedua mengantarkan mereka kembali ke tanah air.

Final

Di babak final, tidak ada perubahan susunan pemain yang berarti di kedua tim. Spanyol dengan percaya diri menerapkan formasi tanpa striker murni di lini depan, sedang Italia tetap mempertahankan duet Balotelli-Cassano sebagai juru gedor. Seperti biasa, Spanyol langsung mendominasi jalannya pertandingan. Duet Xavi-Iniesta tak mampu diimbangi lini tengah Italia. Laga baru berjalan 14 menit, umpan tarik Iniesta kepada Fabregas tak mampu dihalau lini belakang Italia sebelum diteruskan pada David Silva. Sundulan Silva menyambut umpan Fabregas tak mampu dihadang Buffon. Skor 1-0 bagi Spanyol. Petaka bagi Italia muncul. Pemain belakang Giorgio Chiellini terpaksa harus dituntun keluar lapangan akibat cedera betis yang dialaminya. Menjelang turun minum babak pertama, pada menit ke-41 publik Spanyol kembali terhenyak setelah Jordi Alba yang menerima umpan terobosan Xavi berhasil lolos dari perangkap offside sebelum berhadapan dengan Buffon. Dengan tenang, Alba berhasil menceploskan bola ke gawang yang tidak mampu dijangkau Buffon. Skor 2-0 bagi Spanyol menutup 45 menit pertama pertandingan. Untuk menambah daya gedor lini depan, Pelatih Cesare Prandelli memasukkan Antonio Di Natale menggantikan Antonio Cassano yang tidak bisa berbuat banyak di babak pertama. Petaka sepertinya tidak mau menjauhi pemain Italia. Puncaknya, baru 4 menit bermain menggantikan Riccardo Montolivo, Thiago Motta harus ditandu keluar setelah mengalami cedera serius pada betisnya. Ini artinya, Italia harus bermain dengan 10 orang pemain karena sudah tidak bisa lagi melakukan pergantian pemain. Kalah jumlah pemain, pertandingan dikuasai sepenuhnya oleh Spanyol sedang Italia hanya mampu mengandalkan serangan balik.

Alih-alih mempertahankan kedudukan, Spanyol malah memasukkan Fernando Torres untuk menggantikan Fabregas. Keputusan yang tidak sia-sia tentunya karena selang 9 menit kemudian ia mampu mencetak gol ketiganya di turnamen ini hasil tendangan mendatar yang tidak mampu dihalau Buffon setelah menerima umpan terobosan dari Xavi. Gol ketiga ini seolah mengunci kemenangan bagi Spanyol.

“Bosan” mencetak gol, Torres memberikan assis kepada Juan Mata yang baru 1 menit masuk menggantikan Andres Iniesta setelah lolos dari jebakan offside di penghujung babak kedua. Hasil 4-0 sudah lebih dari cukup bagi Spanyol untuk mengukir sejarah sebagai negara pertama yang berhasil mempertahankan gelar Piala Eropa. Dengan Kemenangan ini, Spanyol berhasil menyamai raihan 3 Piala Eropa milik Jerman. Selain itu, skor 4-0 ini menjadi yang terbesar sepanjang perhelatan partai final setelah sebelumnya “hanya” menghasilkan skor 3-0 ketika Jerman Barat menumbangkan Uni Soviet pada Final Piala Eropa 1972.

Segala rekor yang tercipta semakin lengkap ketika Fernando Torres terpilih sebagai peraih penghargaan Sepatu Emas (Golden Boot). Meskipun memiliki raihan jumlah gol yang sama dengan stiker-striker lainnya seperti Cristiano Ronaldo, Mario Gomez, Mario Mandzukic hingga Alan Dzagoev, namun raihan gol Torres yang juga pernah mencetak gol di final Piala Eropa 2008 ini didapat hanya dalam waktu 189 menit saja. Artinya keefektifan waktu menjadi pertimbangan utama terpilihnya Torres sebagai peraih Sepatu Emas.

Slogan “Creating History Together” sepertinya telah menginspirasi anak-anak asuh Vicente del Bosque untuk bersama-sama menghadapi segala tantangan hingga kutukan demi menciptakan sebuah sejarah besar pada ajang Piala Eropa.

Bagi anda yang tidak menyaksikan pertandingannya tadi malam, highlight gol-gol dan selebrasi juara Timnas Spanyol berikut semoga bisa mengobati rasa kekecewaan anda :

Terbaru :

Tinggalkan komentar

Filed under Unik Menarik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s