Final Piala Champions 1976-1977: Buah Revolusi Shankly


Inilah final Piala Champions pertama yang langsung berbuah trofi bagi Liverpool. Saat itu Liverpool sukses menekuk klub asal Jerman Borussia Moenchengladbach dengan skor meyakinkan 3-1 di stadion Olimpico Roma. Kemenangan ini menjadikan Liverpool sebagai klub kedua asal Inggris menyusul Manchester United yang meraih Piala Champions. Nama Bob Paisley pun tentu saja langsung tercatat dalam sejarah klub sebagai pelatih pertama yang mempersembahkan trofi tertinggi seantero Eropa itu. Trofi internasional pertama Liverpool sebenarnya telah tersimpan di lemari penyimpanan ketika menggondol Piala UEFA (kini Liga Europa) musim 1972-1973 yang saat itu diarsiteki Bill Shankly. Namun dibandingkan dengan Piala UEFA, Piala Champions tentu memiliki gengsi dan nilai prestise yang lebih tinggi.

Keberhasilan ini tentu saja menjadi klimaks dari berbagai kesuksesan yang diraih Liverpool di kompetisi domestik. Berbeda dengan finalis lainnya yang sepertinya hingga kini sangat kesulitan mengulangi prestasi tertingginya itu. Pujian atas kesuksesan ini rasanya tidak adil jika hanya ditujukan kepada Bob Paisley saja. Apalagi ia baru diangkat sebagai pelatih 3 tahun sebelumnya. Secara logika, sangat kecil kemungkinan seorang pelatih baru mampu membawa kejayaan bagi klubnya dengan tempo sesingkat itu. Apalagi Liverpool baru kembali promosi ke Divisi 1 pada tahun 1962 setelah 7 musim berada di Divisi II akibat krisis yang melanda mereka. Tentu tidak mudah bagi Liverpool untuk dapat bersaing kembali dengan klub lainnya setelah kemerosotan yang mereka alami. Namun, laiknya bayi yang baru lahir dari rahim ibunya, semuanya seperti dibangun kembali dari awal. Saat masih berada di Divisi II, sebuah revolusi besar-besaran dilakukan demi mengembalikan Liverpool ke kasta tertinggi liga.

Kedatangan Bill Shankly pada Desember 1959 membawa pengaruh yang sangat besar bagi Liverpool. Perubahan terjadi begitu frontal saat ia pertama kali menginjakkan kakinya di rumput Anfield. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 24 pemain harus rela angkat kaki dari Anfield. Selain itu, di salah satu bagian stadion ia gunakan sebagai ruang rapat kepelatihan yang terkenal dengan nama “The Boot Room”. Dari sanalah Liverpool bangkit dari keterpurukan. Hanya butuh 3 tahun melatih, Liverpool dibawanya kembali ke Divisi I. Selang 2 musim kemudian, Liverpool merajai Divisi I untuk pertama kalinya setelah menunggu selama hampir 2 dekade. Dan puncaknya tentu saja saat Liverpool menjuarai Piala Champions untuk pertama kalinya di musim 1976-1977 sekaligus menyandingkannya dengan gelar Divisi I di musim yang sama. Meskipun kedua gelar tersebut diraih ketika kendali kepelatihan telah beralih ke tangan Bob Paisley, namun pencapaian tersebut tetap tidak bisa terlepas dari jasa besar Bill Shankly. Bisa dikatakan, Bob Paisley hanya meneruskan pondasi kekuatan yang telah dibangun oleh Bill Shankly selama 1 dekade terakhir.

Berkat pengaruh besar yang ia berikan yang tidak hanya berbuah banyak gelar, namun juga menghasilkan karakter permainan yang khas bagi klub, tak ayal namanya pun diabadikan sebagai nama salah satu pintu gerbang stadion Anfield yang dikenal dengan nama “Shankly Gates”. Selain itu, pada tanggal 4 Desember 1997 dirinya pun dibuatkan sebuah patung yang terpajang di halaman stadion. Ini jelas membuktikan bahwa Bill Shankly merupakan orang yang berjasa besar serta mampu menjadikan Liverpool sebagai salah satu klub besar di dunia.

Yang menarik dari pertandingan final ini adalah bahwa gol-gol yang dicetak Liverpool bukan berasal dari Striker. Namun, meski begitu duet Keegan-Toshack di lini depan dianggap sebagai duet yang menakutkan bagi barisan belakang lawan pada masa itu. Berikut hasil pertandingan final Piala Champions musim 1976/1977:

Liverpool 3 – 1 Borussia Mönchengladbach
McDermott 28′ – Simonsen 52′
Smith 64′
Neal 82′ (pen.)
Kartu Kuning: Uli Stielike 85′
Stadion Olimpico, Roma
Jumlah Penonton: 52.000 orang
Wasit: Robert Wurtz (Prancis)

Dan berikut skuad yang ditampilkan masing-masing tim:
LIVERPOOL
Ray Clemence, Phil Neal, Joey Jones, Tommy Smith, Ray Kennedy, Emlyn Hughes (c), Kevin Keegan, Jimmy Case, Steve Heighway, Ian Callaghan, Terry McDermott

Pemain Cadangan: Peter McDonnell, David Fairclough, David Johnson, Alan Waddle, Alec Lindsay

Manajer: Bob Paisley

BORUSSIA MOENCHENGLADBACH
Wolfgang Kneib, Berti Vogts (c), Hans Klinkhammer, Hans-Jürgen Wittkamp, Rainer Bonhof, Horst Wohlers (Wilfred Hannes 79′), Allan Simonsen, Herbert Wimmer (Christian Kulik 24′), Uli Stielike, Winfried Schäfer, Jupp Heynckes

Pemain Cadangan: Wolfgang Kleff, Wilfried Hannes, Christian Kulik, Kalle Del’Haye, Herbert Heidenreich

Manajer: Udo Lattek

Berikut review pertandingan final Piala Champions 1976-1977:

Tinggalkan komentar

Filed under Liverpool FC

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s